PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA KONDISI EKONOMI ORANG TUA DENGAN MOTIFASI SISWA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SMK DI KECAMATAN BEKASI UTARA, KOTA BEKASI, JAWA BARAT

clip_image002

Diajukan Oleh :

MARETTA JASMIKO 5215087461

PROGRAM STUDI PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proposal penelitian ini telah selesai meskipun jauh dari sempurna. Peneliti berharap proposal penelitian ini, dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang pendidikan.

Proposal penelitian ini disusun untuk menjelaskan tentang HUBUNGAN ANTARA KONDISI EKONOMI ORANG TUA DENGAN MOTIFASI SISWA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SMK DI KECAMATAN BEKASI UTARA, KOTA BEKASI, JAWA BARAT karena dengan penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana kondisi ekonomi orang tua dengan motifasi siswa dalam menentukan sekolahnya.

Dalam penyusunan proposal penelitian ini peneliti banyak menghadapi kesulitan baik dalam penyusunan maupun dalam pengumpulan data. Tetapi semua itu dapat peneliti atasi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, terutama :

  1. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan moril maupun materil.
  2. Bapak Dr. Bambang Dharma Putra, M.Pd sebagai dosen pembimbing dalam penelitian.
  3. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kelengkapan proposal penelitian ini. Akhir kata semoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca umumnya.

Jakarta, Januari 2011

Peneliti

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Jenjang Pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang dikembangkan. Jenjang pendidikan di Indonesia terdiri atas jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah, dan jenjang pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan menengah yang ada saat ini kebanyakan terdiri dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Di zaman reformasi ini, pemerintah melalui direktorat pembinaan SMK sedang giat-giatnya dalam meningkatkan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan yang ada. Jalur pendidikan di Indonesia diatur dalam SISDIKNAS, dalam penyelenggaraan sisdiknas dilakukan menjadi tiga jalur yaitu: Jalur Pendidikan Informal, Jalur Pendidikan Formal dan Jalur Pendidikan Nonformal.

Sebelum melangkah pada pembahasan lebih jauh, tentunya kita harus mengetahui peran masing-masing jalur pendidikan secara umum, ketiga klasifikasi di atas dalam pergumulanya di masyarakat memiliki peran yang berbeda-beda, lembaga pendidikan informal atau keluarga, yaitu lebih banyak di arahkan dalam pembentukan karakter atau keyakinan dan norma.  Lembaga pendidikan formal atau sekolah yaitu peran besarnya lebih banyak di arahkan pada pengembangan penalaran murid. Yang terakhir lembaga pendidikan nonformal atau masyarakat yaitu peranya lebih banyak pada pembentukan karakter sosial’[1].

Untuk mendukung program tersebut, maka akan ditelusuri motifasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK. Karena untuk menjalankan kegiatan belajar-mengajar, unsur yang harus ada ialah guru dan siswa. Perlu disadari, motifasi anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan menengah berbeda satu sama lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi motifasi anak untuk belajar berasal dari dalam diri dan dari luar diri. Faktor dari dalam diri seperti kesehatan, intelegensi, minat dan motivasi, dan cara belajar. Sedangkan faktor dari luar diri seperti: keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan sekitar.

Muchlas Samani (2000:1) mengemukakan bahwa kebanyakan siswa masih menganggap SMK sebagai sekolah kelas dua. Banyak yang beranggapan bahwa siswa SLTP yang melanjutkan ke SMK adalah mereka yang tidak tergolong tinggi kemampuan dasarnya, kemudian memiliki ketakutan kalah bersaing dengan teman yang pandai sehingga takut tidak di terima di SLTA yang memunculkan persepsi bahwa masuk ke SLTA bukan karena pilihan. Ada juga yang beranggapan bahwa siswa SLTP yang melanjutkan ke SMK adalah mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi namun ingin langsung mencari kerja.[2]

Sekolah sebagai tempat dan fasilitas belajar sangat berpengaruh terhadap motifasi siswa. Keluarga juga memiliki peran besar yang berpengaruh terhadap motifasi anak. Komponen lain yang paling berpengaruh adalah keluarga dan masyarakat. Keluarga dan masyarakat berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Karena itu, keluarga dan masyarakat harus dapat memberikan contoh baik, karena pada dasarnya seorang anak akan senantiasa mengikuti atau mencontoh orang di sekitarnya. Keluarga merupakan salah satu faktor pendorong minat anak Keadaan keluarga terutama keadaan sosial ekonomi dan pendidikan keluarga’[3].

Bila masuk ke SLTA, lulusannya belum bisa diandalkan karena tidak memiliki keterampilan atau keahlian. Lulusan SLTA disiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara biaya kuliah di perguruan tinggi sekarang mahal dan butuh waktu lebih lama untuk lulus. Sehingga kebanyakan anak yang berasal dari keluarga ekonomi bawah, akan memilih untuk masuk ke SMK.

Sedangkan tingkat ekonomi orang tua yang tinggi, akan mendorong minat anak untuk masuk ke sekolah umum. Karena kondisi keuangan yang lebih baik akibat dari tingginya pendapatan ekonomi orang tua, sehingga anak lebih berorientasi untuk mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan pilihannya masuk ke sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), karena sekolah lanjutan tingkat atas mempersiapkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bukan untuk siap terjun ke dunia kerja.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, dapat diidentifikasikan masalah yang ada sebagai berikut:

1. Apakah kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap motifasi siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan?

2. Apakah lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap motifasi siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan?

3. Apakah lingkungan sekolah berpengaruh terhadap motifasi siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan?

1.3 Pembatasan Masalah

Dari latar belakang masalah dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, ternyata terdapat banyak faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK. Namun, karena keterbatasan peneliti dalam pemecahan keseluruhan masalah ini, maka penelitian ini dibatasi pada masalah hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan motifasi siswa melanjutkan pendidikan ke SMK.

1.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Adakah hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMK?”.

1.5 Kegunaan Penelitian

1. Bagi Peneliti

Sebagai upaya untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dengan kenyataan yang ditemui dalam kegiatan penelitian, sehingga menambah wawasan bagi peneliti.

2. Bagi Mahasiswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi seluruh mahasiswa Fakultas Teknik, khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika serta sebagai sarana penambah wawasan maupun sebagai referensi bagi yang akan meneliti hal yang berhubungan dengan topik sejenis.

BAB II

PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

2.1 Deskripsi Teoritis

1. Konsep Tingkat Pendidikan

Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal.Pendidikan merupakan faktor penting dalam Lembaga pendidikan di indonesia dalam SISDIKNAS bisa kita klasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinya menjadi tiga bentuk: Formal, informal, dan nonformal.

Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan:

1). umum

2). Kejuruan

3). Akademik

4). profesi

5). Advokasi

6). keagamaan.

Pendidikan formal dapat coraknya diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakat

Pendidikan dasar yang merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah berbentuk lembaga sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, serta sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP)  dan madrasah tsanawiyah (Mts) atau bentuk lain yang sederajad.

Sedangkan Pendidikan menengah yang merupakan kelanjutan pendidikan dasar terdiri atas, pendidikan umum dan pendidikan kejuruan yang berbentuk sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajad.

Yang terakhir adalah pendidikan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah, pendidikan ini mencakup program pendidikan

Untuk menagulangi permasalahan yang cukup aktual dan meresahkan masyarakat saat ini, seperti pemberian gelar-gelar instan, pembuatan skripsi atau tesis palsu, ijazah palsu dan lain-lain, pemerintah telah mengatur dan mengancam sebagai tindak pidana dengan sanksi yang juga telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yang baru (Bab XX Ketentuan Pidana, pasal 67-71).

2. Konsep Minat Melanjutkan Pendidikan

Minat remaja bergantung pada intelegensi, lingkungan dimana ia hidup, kesempatan untuk mengembangkan minat, minat teman-teman sebaya, status dalam kelompok sosial, kemampuan bawaan, minat keluarga, dan banyak faktor lain.

3. Hubungan Antara Kondisi Ekonomi Orang Tua dengan Minat

Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata, misalnya : membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati, mengecam, mengomando, mendikte, dan lain sebagainya.

Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya.

Ketika kondisi ekonomi orang tua rendah, maka minat anak untuk melanjutkan pendidikan ke SMK akan tinggi. Hal ini disebabkan karena pengetahuan tentang SMK dan kondisi keuangan keluarga yang kurang mendukung akibat dari rendahnya kondisi ekonomi orang tua. Sehingga anak tersebut berminat untuk masuk ke sekolah kejuruan, dengan alasan bisa cepat bekerja begitu lulus dan bisa cepat membantu perekonomian keluarga.

2.2 Kerangka Berpikir

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang dialami oleh setiap manusia. Hal ini berlangsung terus-menerus, sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Pendidikan yang telah ditempuh oleh orang tua beragam jenjangnya. Mulai dari tidak tamat sekolah dasar, hingga ke perguruan tinggi.

Kondisi ini baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi minat anak untuk melanjutkan pendidikan. apakah akan melanjutkan ke sekolah kejuruan, atau ke sekolah umum. [1] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi

Motifasi adalah suatu dorongan dan keinginan dari dalam hati untuk cenderung kepada suatu hal. Motifasi anak, dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor sosioekonomis. Berbagai komponen yang terdapat dalam faktor sosioekonomis ini, antara lain: penghasilan, pekerjaan, pendidikan, dan gengsi seseorang dalam masyarakat. Motifasi diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa,1997 : 370).Motifasi adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Motifasi dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan motifasi juga pentingdalam mengambil keputusan. Motifasi dapat menyebabkan seseorang giatmelakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya. (Gunarso,1995 : 68’[4]

2.3 Perumusan Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berpikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

“Terdapat hubungan yang positif antara kondisi ekonomi orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMK.”

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah-masalah yang telah peneliti rumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sejumlah data yang tepat (shahih, benar, valid) dan dapat dipercaya (reliabel) guna mengetahui hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan motifasi siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi,Jawa Barat.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober-desember tahun 2010 secara bertahap, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data.

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SLTP yang terdapat di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Alasan pemilihan tempat ini dikarenakan belum adanya penelitian sejenis di daerah ini. Selain itu, adanya program pemerintah dalam hal ini Diknas untuk menambah unit SMK di daerah-daerah, salah satunya di Kecamatan Bekasi Utara,Kota Bekasi, Jawa Barat.

3.3 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, yakni ingin mengetahui hubungan antara variabel bebas (tingkat pendidikan orang tua) yang mempengaruhi dan diberi simbol X dengan variabel terikat (minat melanjutkan pendidikan ke SMK) yang dipengaruhi dan diberi simbol Y pada siswa SLTP di Kecamatan Bekasi Utara,Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan kuesioner.

3.4 Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SLTP baik Negeri maupun Swasta yang berada di Kecamatan Bekasi Utara. Mengingat banyaknya populasi yang ada, maka peneliti menetapkan populasi terjangkau yang berjumlah 100 siswa. Populasi terjangkau ini berasal dari siswa kelas 3 SLTP negeri maupun swasta yang berada di Kecamatan Bekasi Utara.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling

3.5 Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan data primer yang diolah berdasarkan kuesioner yang disebar ke siswa SLTP di Kecamatan Bekasi Utara. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain dan yang akan digunakan oleh peneliti untuk proses lebih lanjut.

1. Tingkat Pendidikan Orang Tua (Variabel X)

a. Definisi Konseptual

Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila. Proses ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

2. Minat Melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Kejuruan (Variabel Y)

a. Definisi Konseptual

Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

b. Definisi Operasional

Minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan (SMK) adalah skor yang diukur dengan menggunakan instrumen model skala Guttman’[5]. tentang minat melanjutkan pendidikan ke SMK. Yang bersumber dari keinginan, perhatian, kesenangan, semangat, dan tujuan melanjutkan pendidikan ke SMK.

c. Kisi-kisi Instrumen Minat Melanjutkan Pendidikan ke SMK

Kisi-kisi instrumen minat melanjutkan pendidikan ke SMK yang disajikan pada bagian ini merupakan kisi-kisi instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel minat melanjutkan pendidikan ke SMK. Dan juga untuk memberikan gambaran seberapa jauh instrumen ini mencerminkan indikator-indikator variabel minat melanjutkan pendidikan ke SMK yang bersumber dari keinginan, perhatian, kesenangan, semangat, dan tujuan melanjutkan pendidikan ke SMK. Dari indikator tersebut dikembangkan menjadi butir instrumen sebanyak 30 butir. Penyebaran butir tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel III. 2

Kisi-kisi instrumen motifasi melanjutkan pendidikan ke SMK

Variabel

Indikator

Sub Indikator

Motifasi melanjutkan pendidikan ke SMK

Aspek kognitif

Aspek afektif

1. Pembelajaran

2. Keinginan

3. Keuntungan

4. Kepuasan pribadi

1. Pengalaman

Data untuk mengisi kuesioner dengan model skala Guttman dalam instrumen penelitian, telah disediakan alternatif jawaban dari butir pertanyaan-pertanyaan. Responden dapat memilih satu jawaban yang sesuai dan setiap item jawaban bernilai 1 atau 0 sesuai dengan jawaban. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel III.3

Skala Penilaian Untuk Instrumen Motifasi Melanjutkan Pendidikan Ke SMK

Pilihan Jawaban

Item (+)

Item (-)

Ya

1

0

Tidak

0

1

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana. Metotoda Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito, 2005.

Hurlock, Elizabeth B., Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

http://file.upi.edu/Direktori/L%2020FPEB/PRODI.%20EKONOMI%20DAN%20KOPERASI/196302211987032%20%20NETI%20BUDIWATI/Analisis%20Faktorfaktor%20yang%20Mempengruhi%20Minat%20Siswa%20SLTP%20Melanjutkan%20ke%20SMK.pdf

http://www.tugaskuliah.info/2009/12/pengaruh-perhatian-orang-tua-dan-minat.html

http://kangsaviking.wordpress.com/lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan/

http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2minat.pdf

http://hennykartika.wordpress.com/category/metodologi-penelitian/

http://maskresno.wordpress.com/2008/01/30/teknik-penulisan-instrumen-pengumpulan-data/

http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH6314/6daf292b.dir/doc.pdf

http://www.klikgalamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100510074343&idkolom=eskul

http://4putciput.weebly.com/uploads/1/3/5/5/1355290/8324207.pdf


[1] http://kangsaviking.wordpress.com/lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan/

[2] http://file.upi.edu/Direktori/L20SLTP%20Melanjutkan%20ke%20SMK.pdf

[3] http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH6314/6daf292b.dir/doc.pdf

[4] http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2minat

[5] http://maskresno.wordpress.com/2008/01/30/teknik-penulisan-instrumen-pengumpulan-data/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: