PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN AUDIO VIDEO MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA  KELAS X SMK KESATRIAN PURWOKERTO , JAWA TENGAH

clip_image002

Disusun oleh : MARETTA JASMIKO 5215087461 PROGRAM STUDI PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proposal penelitian ini telah selesai meskipun jauh dari sempurna. Peneliti berharap proposal penelitian ini, dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang pendidikan.

Proposal penelitian ini disusun untuk menjelaskan tentang UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN AUDIO VIDEO MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA  KELAS X SMK KESATRIAN PURWOKERTO JAWA TENGAH karena dengan penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar yang dicapai dalam pemberian tugas pekerjaan rumah.

Dalam penyusunan proposal penelitian ini peneliti banyak menghadapi kesulitan baik dalam penyusunan maupun dalam pengumpulan data. Tetapi semua itu dapat peneliti atasi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, terutama :

  1. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan moril maupun materil.
  2. Bapak Dr. Bambang Dharma Putra, M.Pd sebagai dosen pembimbing dalam penelitian.
  3. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kelengkapan proposal penelitian ini. Akhir kata semoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca umumnya.

Jakarta, Januari 2011

Peneliti

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidikan dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.

Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada permasalahan klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.

Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. Betapa kita masih ingat dengan hangat akan standarisasi Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dengan nilai masing – masing mata pelajaran 4,51 dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas berupa PR kepada siswa.

Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan aktifitas belajarnya, siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan kerterampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Moh. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar, misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa, yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan.

Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik, paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. Sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah :

Apakah melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar dasar kompetensi kejuruan audio video bagi siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto Jawa Tengah?

1.3 Pembatasan Masalah

Dari latar belakang masalah dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, ternyata siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan kerterampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. Namun, karena keterbatasan peneliti dalam pemecahan keseluruhan masalah ini, maka penelitian ini dibatasi pada masalah upaya peningkatan hasil belajar dasar kompetensi kejuruan audio video melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah bagi siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto Jawa Tengah.

1.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “ UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN AUDIO VIDEO MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS X SMK KESATRIAN PURWOKERTO JAWA TENGAH ”.

1.5 Tujuan Penelitian

1.  Tujuan Umum Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah. 2.  Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini adalah “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar dasar kompetensi kejuruan audio video bagi siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto.”

1.6 Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : a. SMK Kesatrian Purwokerto Dengan hasil penelitian ini diharapkan SMK Kesatrian Purwokerto dapat lebih meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain. b. Guru Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya. c. Siswa Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya.

BAB II

PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

2.1 Deskripsi Teoritis

a. Belajar

Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru ( Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ). Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Audio Video.

b. Prestasi Belajar.

Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud, 1995 : 14 ). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya.

c. Teknik   

Dalam  umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian, dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian  (purwadarminta,: 1035). Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.

d. Pekerjaan rumah

Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah      (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.

2.2 Kerangka Berpikir

Belajar yang bermutu dapat dicapai melalui proses belajar yang baik.proses belajar yang tidak optimal adalah faktor utamanya..

Titik persoalan masalah mutu belajar ini adalah karena kemerosotan belajar siswa yang terus menerus.

Kelancaran pembelajaran didukung dari beberapa komponen yaitu peserta didik, tenaga pendidikan, kurikulum, sarana pendidikan, serta yang terpenting adalah lingkungan itu sendiri.

2.3 Perumusan Hipotesis

Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :

“ Melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar dasar kompetensi kejuruan audio video bagi siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto”

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah-masalah yang telah peneliti rumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sejumlah data yang tepat (shahih, benar, valid) dan dapat dipercaya (reliabel) guna mengetahui upaya peningkatan hasil belajar dasar kompetensi kejuruan audio video melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah bagi siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto Jawa Tengah.

3.2 Rencana dan Prosedur Penelitian

1. Rencana Penelitian

a.  Subjek penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kesatrian Purwokerto, Kabupaten Banyumas jumlah siswa 38 orang.

Pertimbangan penulis mengambil subyek penelitian tersebut dimana siswa kelas X telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas seperti PR, karena siswa kelas X telah mampu  membaca dan menulis serta berhitung yang cukup. Selain itu pengajar di kelas X juga telah berpengalaman dibidangnya.

b.  Tempat Penelitian

Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMK Kesatrian Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.

c.  Waktu Penelitian

Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Agustus s.d Oktober. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I.Tahun pelajaran 2010/2011.

d. Lama Tidakan

Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Oktober, mulai dari siklus I, Siklus II dan Siklus III.

2. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :

a. Perencanaan

Meliputi penyampaian materi pelajaran, latihan soal, pembahasan latian soal, tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR, ulangan harian. 

b. Tindakan ( Action )/ Kegiatan, mencakup

· Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.

· Siklus II ( sama dengan I )

· Siklus III ( sama dengan I dan II )

c. Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.

3.3 Jadwal Penelitian

No

KEGIATAN

MINGGU KE……..

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Perencanaan

                       

2

Proses pembelajaran

                       

3

Evaluasi

                       

4

Pengumpulan Data

                       

5

Analisis Data

                       

6

Penyusunan Hasil

                       

7

Pelaporan Hasil

                       

3.4 Anggota Peneliti

Penelitian ini melibatkan Tim peneliti, identitas dari Tim tersebut adalah :

1. Nama                             : MARETTA JASMIKO NIM       (5215087461) Pekerjaan                           : Guru SMK Kesatrian Purwokerto

Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan  Analisis Data

2. Nama : IRFAN BACHDIM NIP : 10101010 Pekerjaan : Guru SMK Kesatrian Purwokerto Tugas dalam peneliti : Pendamping

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana. Metotoda Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito, 2005.

Sumber : http://hennykartika.wordpress.com/category/metodologi-penelitian/

Sumber : http://nhowitzer.multiply.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: