PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA PENINGKATAN INTERAKSI PEMBELAJARAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ELEKTRONIKA DI SMKN 1 JAKARTA

clip_image002

Disusun Oleh :

Dedi Sugiarto 5215087442

Prodi : Pendidikan Teknik Elektronika

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini.

Proposal ini penulis susun untuk menjelaskan tentang bagaimaan cara untuk meningkatkan interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran elektronika di SMKN 1 jakarta. Dan judul yang penulis ambil adalah “Upaya Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa dalam Pembelajaran Elektronika Di SMKN 1 Jakarta.“

Dalam penyusunan proposal ini penulis banyak menghadapi kesulitan baik dalam penyusunan maupun dalam pengumpulan data. Tetapi semua itu dapat penulis atasi. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, terutama :

1. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan moril maupun materil.

2. Teman-teman yang telah membantu dalam pengumpulan data.

3. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kelengkapan proposal ini. Akhir kata semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.

Jakarta, Januari 2011

 

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problematika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini adalah kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 75/2009 tentang UN SMP/Mts, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK menetapkan standar kelulusan UN nilai rata-rata 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Standar itu memiliki kewajiban lulus dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran yang lain. Nilai itu berlaku untuk peserta UN tingkat SMP/Mts, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK. Sementara khusus untuk SMK nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Hal ini banyak dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya banyak yang tidak dapat lulus. Hal lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi, jika kualitas SMK memang sudah sesuai dengan standarisasi yang telah diputuskan, maka kejadian itu tidak perlu terjadi.

Melihat kondisi yang seperti ini maka perlu adanya tindakan yang konkret agar masalah ini dapat diatasi dengan segera. Dari sekian banyak alternatife yang ada, maka penulis ingin meneliti bagaimana tingkat interaksi siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dalam mata pelajaran elektronika di SMK 1 N Jakarta.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat ditentukan identifikasi masalah yaitu :

– Apakah dengan peran yang guru yang lebih aktif dapat meningkatkan interaksi pembelajaran di kelas.

– Memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan.

– Menggunakan teknik pembelajaran yang interaktif.

– Membuat alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran.

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini mempunyai batasan masalah yaitu :

– Mengetahui tingkat interaksi siswa dalam pembelajaran dan cara meningkatkannya.

– Penelitian ini hanya pada sekolah SMKN 1 Jakarta dan mata pelajaran elektronika.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah diatas maka dapat ditentukan perumusan masalah : Manakah yang lebih berhasil antara memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan atau dengan menggunakan teknik pembelajaran interaktif dalam meningkatakn interaksi pembelajaran elektronika di SMKN 1 Jakarta.

E. Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini mempunyai kegunaan yaitu : Untuk meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Elektronika di SMKN 1 Jakarta.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasa Teori

1. Hakikat, Motivasi, Hasil, dan Prestasi Belajar

a. Hakikat Belajar

Menurut Bagne seperti yang dikutip oleh M. Purwanto ( 1990 : 84 ) menyatakan bahwa: “ Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa hingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi “, sementara itu Edward Thorndike (1973) berpendapat, bahwa belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Belajar mencakup semua aspek tingkah laku dan dapat dilihat dengan nyata, proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, proses itu terjadi dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Jadi belajar bukan merupakan tingkah laku yang nampak tetapi merupakan proses yang terjadi secara internal dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan yang baru. Hubungan baru dapat berupa antara reaksi-reaksi, perangsangan-perangansangan dan reaksi.

Sedangkan menurut Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responnya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru ( Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb) supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 )

Dari uraian tentang belajar di atas, dapat kita ambil kesimpulan betapa pentingnya proses belajar dan kehidupan manusia. Untuk itu perlu kiranya kita menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar. Dalam hal ini Slameto (19991:27-28) mengemukakan prinsip-prinsip belajar, sebagai berikut:

1) Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan berpartisipasi aktif meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional.

2) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu memiliki struktur, penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya.

3) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional.

4) Belajar itu proses kontinyu maka harus tahap demi tahap menurut discovery.

5) Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery.

6) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan intruksional yang harus dicapai.

7) Belajar memerlukan saran yang cukup,sehingga siswa dapat belajar dengan tenang.

8) Belajar perlu lingkungan yang menantang, dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya ber-eksplorasi dan belajar dengan efektif.

9) Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.

b. Motivasi belajar

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Motivasi tersebut perlu dimiliki oleh para siswa dan guru untuk memperlancar pembelajaran. Kaitannya dengan pembelajaran. motivasi merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya pada proses belajar siswa tanpa adanya motivasi, maka proses belajar siswa akan sukar berjalan secara lancar. Dalam konsep pembelajaran, motivasi berarti seni mendorong peserta didik untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Motivasi adalah syarat mutlak dalam belajar, hal ini berarti dalam proses pembelajaran. Adakalanya guru membangkitkan dorongan, desire. incentive, atau memotivasi murid untuk aktif ambil bagian dalam kegiatan belajar (Rasyad, 2003:92). Upaya menggerakkan, mengarahkan, dan mendorong kegiatan murid untuk belajar dengan penuh semangat dan vitalitas yang tinggi dinamakan memberi motivasi. Banyak bakat anak tidak berkembang hal ini menurut Purwanto (2002:61) dikarenakan tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat motivasi yang tepat. maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga. Dalam proses pembelajaran para guru perlu mendesain motivasi yang tepat terhadap anak didik agar para anak didik itu belajar atau mengeluarkan potensi belajarnya dengan baik memperoleh hasil yang maksimal.

c. Hasil Belajar

Belajar sangat erat hubungannya dengan prestasi belajar.Karena prestasi itu sendiri merupakan hasil belajar itu biasanya dinyatakan dengan nilai. Menurut Winarno Surahmad ( 1997 : 88 ) “Hasil belajar adalah hasil dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaksi edukatif yang diperhatikan adalah menempatkan tingkah laku”. Dapat diartikan bahwa hasil belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau Perubahan diri seseorang yang dinyatakan dengan cara bertingkah laku baru berkat pengalaman baru. Hasil belajar merupakan hasil dari proses kompleks.Hal ini disebabkan banyak Faktor yang terkandung di dalamnya baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal.
Adapun faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:

· Faktor fisiologi seperti kondisi fisik dan kondisi indera.

· Faktor Psikologi meliputi bakat, minat, kecerdasan motivasi, kemampuan kognitif.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah : Lingkungan : alam,masyarakat/keluarga .

· Faktor Instrumental : kurikulum/bahan pengajaran sarana dan fasilitas.

d. Prestasi Belajar

Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud, 1995 : 14 ). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya.

2. Interaksi Belajar

Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif. Belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan bertujuan. Dalam interaksi pembelajaran unsur guru dan siswa harus aktif, karena tidak mungkin terjadi proses interaksi bila hanya satu unsur yang aktif. Aktif dalam sikap, mental, dan perbuatan. Dalam sistem pengajaran dengan pendekatan keterampilan proses, siswa harus lebih aktif daripada guru. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing. Inilah yang disebut dengan interaksi edukatif sebagimana yang dikemukakan Abu Achmadi dan Shuyadi, 1985:47), interaksi edukatif adalah suatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.

Ada tiga pola komunikasi antara guru dan anak didik dalam proses interaksi edukatif, yakni komunikasi sebagai aksi, komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi.

· Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah menempatkan guru sebagai pemberi aksi dan anak didik sebagai penerima aksi. Guru aktif, dan anak didik pasif. Mengajar dipandang sebagai kegiatan menyampaikan bahan pelajaran.

· Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah, guru berperan sebagai pemberi aksi atau penerima aksi. Demikian pula halnya anak didik, bisa sebagai penerima aksi, bisa pula sebagai pemberi aksi. Antara guru dan anak didik akan terjadi dialog.

Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah, komunikasi tidak hanya terjadi antara guru dan anak didik. Anak didik dituntut lebih aktif daripada guru, seperti halnya guru, dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi anak didik lain. Penggunaan variasi pola interaksi mutlak dilakukan oleh guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan anak didik dalam mencapai tujuan.

B. Kerangka Berfikir

Target yang diharapkan bisa dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa secara menyeluruh pada berbagai aspek kemampuan siswa. Hasil yang dicapai, diukur dengan pemberian tanya jawab, tes formatif, serta tugas dan lain-lain.

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “Melalui Peningkatan Interaksi Pembelajaran, dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMKN 1 Jakarta dalam mata pelajaran elektronika.”

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja (Isaac, 1994:27). Sedangkan menurut Prof. Suhardjono (2006:56) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang dapat dipandang sebagai tindak lanjut dari penelitian deskriftif maupun eksperimen. Pada penelitian tindakan kelas bukan lagi mengetes sebuah perlakuan tetapi sudah mempunyai keyakinan akan ampuhnya sesuatu perlakuan.

A. Setting Penelitian

1. Waktu Penelitian

Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan, yaitu pada bulan Agustus s.d Oktober. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2011/2012.

2. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis mengambil lokasi di kelas X Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 1 Jakarta. Mata pelajaran Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika.

B. Subjek Penelitian

Kelas X Jurusan Teknik Elektronika dipilih sebagai subyek penelitian.

C. Rencana Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus :

1. Siklus pertama berlangsung tiga kali tatap muka

2. Siklus kedua berlangsung tiga kali tatap muka

Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

A. Siklus I

· Perencanaa Tindakan

1) Menelaah kurikulum tingkat satuan pelajaran yang berbasis kompetensi kelas X semester ganjil mata pelajaran Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika.

2) Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah mengenai rencana teknis penelitian.

3) Membentuk kelompok belajar.

4) Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran ketika pelaksanaan tindakan sedang berlangsung.

5) Memberi soal tanya jawab untuk melihat kemampuan siswa.

· Pelaksanaan Tindakan

Secara umum inmplementasi yang dilakukan pada siklus I dijabarkan sebagai berikut :

1) Guru membentuk kelompok-kelompok kecil

2) Guru menyampaikan topik yang akan diajarkan dan menjelaskan rencana kegiatan

3) Guru memberikan tes siklus I.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data diperoleh dengan tes tulis dan non tulis :

a. Data primer tentang hasil belajar Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

b. Data sekunder mengenai perubahan sikap, kehadiran dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran diambil dengan cara pengamatan dan observasi.

E. Analisa Data dan Evaluasi

Pengelolaan data pada penelitian ini dilakukan setelah terkumpulanya data. Data yang diperoleh di lapangan dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan perubahan sikap dan hasil belajar Alat Ukur Pengukuran. Selain itu pula akan ditentukan nilai maksimum dan minimum yang diperoleh siswa pada setiap siklus. Siswa dianggap kompeten jika mampu menguasai minimal 70% materi pelajaran dengan skor 7,0 keatas, jika kurang dari itu siswa dianggap belum kompeten.

Daftar Pustaka

Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2005. Metode Penelitia., Bandung :
PT Remaja Rosdakarya.

Djamarah, Bahri, Syaiful. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi
Edukatif. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :
PT Bumi Aksara.

Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung :
CV Alfabeta

Suwanda, Dodo. 2007. Diktat Belajar Komputer jilid 3 dan 4.

________. Belajar Penelitian Tindakan. Alamat web :
ardhana12.wordpress.com/2008/ 01/25/belajar-penelitian-tindakan-kelas-yuuuk/. Diakses pada tanggal 25 Nopember 2008

________. Metoda Pembelajaran. Alamat Web : http://www.salman-alfarisi.com
Diakses pada tanggal 25 Nopember 2008.

Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. PT. Bina Akara Jakarta,1987,h.115

Dra Ine I. Amirman Yousda Mpd. & Drs Zainal Arifin, Penelitian dan Statistika Pendidikan,PT Bumi Aksara Jakarta. 1993.h.21

Drs Sumanto.MA,Metosdologi Penelitian Sosial dan Pendidika, Andi Ofset Yogyakarta, 1990,h.6

Winarno Surakhmad,Pengantar Penelitian Ilmiah : dasar Metode Teknik, PT Tarsito Bandung, h. 141

Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. PT. Bina Akara Jakarta,1987,h.115

http://megatputraict.blogspot.com/2007/11/default.htm

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Jakarta : Balai Pustaka 1989),h.555

http://Fakultasluarkampus.net/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: