PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI)

SKRIPSI YANG DISUSUN OLEH :

ISTI YUANITA, LULUSAN 2008, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

DITULIS ULANG OLEH :

DEDI SUGIARTO (5215087442)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

ABSTRAK

Isti Yusnita, Pengembangan media pembelajaran sistem operasi berbasis Graphical User Interface (GUI), Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2008.

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas media pembelajran sistem operasi berbasis GUI. Media pembelajran ini diuji coba kepada ahli materi yang dinamakan pengamat guru dan kepada pengamat siswa sebagai pengguna media. Pengamat guru berasal dari SMKN 1 Kota Bekasi, SMKN 2 Bekasi, SMK Taman Siswa 2 jakarta dan SMK 29 Jakarta, sedangkan pengamat siswa berasal dari SMKT KAPIN Jakarta jurusan Teknik Informatika kelas 1.

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2007-2008 yang dimulai bulan Januari sampai dengan Februari 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode evaluasi formatif dan metode dekskriptif. Penilain produk menggunakan lembar observasi yang menyajikan rentangan skor 1 sampai dengan 4 yang dipergunakan untuk menilai kualitas produk.

Instrumen yang digunakan telah diuji cobakan kepada kelompok uji coba instrumen, dan mendapatkan nilai reabilitas sebesar 0,613 dari kelompok guru dan 0,64 dari kelompok siswa. Berdasarkan data reliabilitas di atas, dapat diartikan bahwa instrumen tersebut dapat konsisten dalam memberikan hasil pengukuran tingkat kualitas media pembelajaran. Dengan demikian, keerandalan suatu instrumen telah terpenuhi, sehingga instrumen tersebut layak digunakan. Dari penelitian ini diperoleh data hasil penilaian pengamat guru menunjukan bahwa 71% menyatakan sangat baik, dan 29% menyatakan baik. Data hasil penilaian pengamat siswa menunjukan bahwa 37% menyatakan sangat baik, 58% menyatakan baik, dan 5% menyatakan cukup baik. Rata-rata nilai media pembelajaran secara keseluruhan menurut pengamat guru sebesar 87, sedangkan nilai rata-rata menurut pengamat siswa sebesar 84. Berdasarkan nilai yang diberikan oleh pengamat guru media pembelajaran ini memiliki predikat sanagat baik, karena media ini memiliki kesamaan tujuan pembelajaran mata diklat sistem operasi berbasis GUI pada setiap SMK yang dijadikan obyek penelitian dan mampu memberikan respon kepada siswa. Menurut pengamat siswa media pembelajaran ini memiliki predikat baik, karena penyajian materi sudah sesuai dalam hal keterbacaan, tata letak dan jenis huruf yang digunakan, serta media pembelajaran ini mampu memberikan animasi yang sesuai dengan materi pelajaran.

Pendahuluan

Kemajuan teknologi yang terus berkembang harus diimbangi dengan keahlian diberbagai bidang khusunya komputer. Oleh karena itu pemahaman dasar-dasar komputer perlu diberikan kepada siswa agar mereka mampu menguasai lebih jauh mengenai teknologi.

Pengajaran mata diklat Sistem Operasi Berbasis GUI diberikan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tingkat pertama. Mata diklat ini tergolong dalam pelajaran produktif atau psikomotor. Tipe hasil belajar ranah psikomotor berkenaan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah menerima pengaman belajar tertentu. Hasil belajar ini merupakan hasil belajar lanjutan dari hasil belajar afektif yang tampak dalam kecenderungan-kecenderungan untuk berperilaku.4 (Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Mengajar (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006)h.32). pada pelajaran ini dibutuhkan perangkat keras berupa Personal Komputer (PC) dan perangkat lunak yang digunakan berupa sistem operasi dan program aplikasi lainnya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung.

Berdasarkan keterangan diatas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: Bagaimana cara yang harus ditempuh guru untuk mengatasi masalah pencapaian materi ajar di sekolah? Bagaimana peranan media pembelajaran sehingga siswa memahami materi pelajaran yang diberikan? Bagaimana pembuatan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan sebagai bahan ajar? Dan Bagaimana tingkat kualitas produk media pembelajaran sistem operasi berbasis GUI yang telah dibuat?

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada pengembangan sebuah produk media pembelajran sistem operasi berbasis GUI melalui pengujian tingkat kualitas media pembelajaran. Media ini akan diujikan kepada guru sebgai ahli materi, dan kepada siswa selaku pengguna. Ruang lingkup pembahasan adalah materi dasar komputer, perangkat komputer hingga menginstalasi sistem operasi Windows XP. Materi yang dijelaskan ialah prosedur penginstalasian, spesifikasi minimum yang harus dipenuhi serta langkah-langkah penginstalasian sistem operasi, sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan dan pada akhirnya dapat melakukan proses instalasi sistem operasi dengan benar. Berdasarkan hal-hal diatas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :”Bagaimana tingkata kualitas produk media pembelajaran sistem operasi berbasis GUI yang telah dibaut”. Dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran sistem operasi berbasis GUI melalui pengujian produk, untuk mengetahui tingkat kualitas media pembelajaran yang telah dibuat sehingga dijadikan bahan untuk perbaikan.

Pembahasan

I. Hakikat Pembelajaran

a. Hakikat Belajar

Belajar menurut Hintzman adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.1 (1Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), h. 90). Adapun belajar sesuai tinjauan kualitas adalah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunisa sekelilingnya. Belajar menurut pengertian ini difokuskan pada tercapainya daya fikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti dihadapi siswa. Sedangkan pembelajaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.2 (2 Tim penyusun kamus pusat pembelajaran dan pengembangan bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (jakarta: Balai Pustaka, 1994), h. 14).

b. Hakikat Hasil Belajar

Hakikat hasil belajar terkait dengan proses dan tujuan dari pembelajaran tersebut. Hasil belajar merupakan indikator dari keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran yang ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional. Pengungkapan hasil belajar idealnya melalui segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat dari pengalaman dan proses belajar mengajar.

Hasil belajar psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Adapun tingkatan keterampilan4 (Nana sudjana. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), h.30). ialah:

a) Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan tidak sadar).

b) Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar.

c) Kemampuan perseptual yaitu mampum membedakan visual, auditif, motoris, dll.

d) Kemampuan bidang fisik yaitu kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan.

e) Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang lebih kompleks.

f) Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.

c. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, menurut pencapaiannya tujuan belajar dapat dibedakan menjadi:5

a) Kognitif, tujuaannya yaitu memperoleh pengetahuan fakta atau ingatan, pemahaman, aplikasi dan kemampuan berfikir analisis, sintesis, dan evaluasi.

b) Afektif, tujuannya yaitu memperoleh sikap apresiasi dan karakterisasi.

c) Psikomotor, tujuannya yaitu keterampilan fisik yang berkaitan dengan keterampilan gerak maupun ekspresi verbal maupun non verbal. Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot neuromuscular.

d. Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar merupakan kesukaran siswa dalam menerima atau menyerap pelajaran di sekolah maupun dalam penyampaian atau penyelesaian tugas. Kesulitan belajar siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Kelainan perilaku yang biasanya ditampakkan oleh siswa ialah berteriak-teriak di dalam kelas, mengusik teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah maupun keluar sekolah sebelum waktu berakhir.

Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam6 (Ibid, h. 173), yaitu :

a) Faktor intern siswa, yakni hal-hal atau keadaan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri. Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangan psiko-fisik siswa, yakni: yang bersifat kognitif antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual siswa, yang bersifat psikomotor anatara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar.

b) Faktor ekstern siswa, yakni hal-hal atau keadaan yang datang dari luar diri siswa. Faktor yang termsuk eksternal yaitu keadaan lingkungan, sarana belajar, sifat bahan pelajaran dan metode pengajaran. Termasuk keadaan di sini ialah keadaan sosial dan keadaan alam. Keadaan sosial misalnya kehadiran orang-orang yang menggangu belajar. Sedangkan keadaan alam antara lain cuaca, suhu ruangan, suasana ruangan, kebersihan dan lain-lain.

2. Pembelajaran Sistem Operasi berbasis GUI

Mata diklat Sistem Operasi berbasis GUI diberikan pada siswa tingkat I di SMK. Pemberian mata diklat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dasar komputer, sistem operasi berbasis GUI serta mampu menginstalasi sistem operasi tersebut. Maka diklat ini antara lain membahas persiapan media instalasi untuk sisten operas, serta menjelaskan langkah-langkah proses penginstalan sistem operasi.

Komputer terdiri dari hardware dan Software. Hardware berhubungan dengan perangkat keras seperti keyboard, CPU, monitor, printer, dll. Sedangkan software dideskripsikan sebagai program yang memberikan instruksi bagaimana komputer bekerja. Software komputer, sering disebut (SO, atau dalam bahasa inggris: Operating System atau OS) adalah suatu software sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi, sedangkan software aplikasi merupakan program yang digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kantor maupun pembuatan program. Sistem operasi berbasis GUI merupakan sistem operasi berbasis gambar atau grafis unit antar muka, melalui sistem ini pengguna dapat berinteraksi menggunakan gambar atau simbol.

3. Hakikat Media Pembelajaran

Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata mediu yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar12(Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), h.6). Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah seperangkat alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangang siswa untuk belajar13(Ibid, h.6).

a. Ciri-ciri Umum Media Pendidikan: 17 (Oemar Hamalik Op. Cit, h.11)

a) Media pendidikan biasa disebut alat peraga, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera kita.

b) Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar.

c) Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komnikasi) dalam pengajaran, antara guru dan siswa.

d) Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam maupun diluar kelas.

e) Berdasarkan (c) dan (d), maka pada dasarnya media pendidkan merupakan suatu “ perantara” (medium, media) dan digunakan dalam rangka pendidikan.

f) Media pendidikan mengandung aspek, sebagai alat dan sebagai teknik, yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.

b. Fungsi Media Pembelajaran :18 (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/bahan-pembelajaran/, online diakses 20 November 2007)

a) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud dapat dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual.

b) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung didalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena: (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (g) obyek berbahaya dan mengandung resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

c) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

d) Media menghasilkan keseragaman pengamatan.

e) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistik.

f) Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

g) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

h) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang kongkrit sampai dengan abstrak.

c. Jenis Media Pembelajaran :19 (Ibid)

a) Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik.

b) Media Audio : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya.

c) Project still meaia : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya.

d) Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.

4. Analisis Data Hasil Penelitian

Berdasarkan data hasil penelitian menurut observer guru yang menyatakan media tutorial ini berkualitas sangat baik sebesar 71% dan 29% pengamat guru menyatakan media ini berkualitas baik. Sedangkan menurut pengamat siswa secara keseluruhan menyatakan media ini sangat baik sebesar 37% dan sebesar 58% menyatakan baik, sisanya sebesar 5% menyatakan cukup baik.

Berdasarkan pernyataan diatas, terlihat bahwa penilaian menurut pengamat guru berbeda dengan penilaian observer siswa. Hal ini dikarenakan karakteristik dari masing-masing pengamat berbeda. Penilaian pengamat guru lebih mendalam dari berbagai aspek mulai dari keilmuan misalnya kedalaman materi dan kesesuaian materi ajar, efektifitas pembelajaran, pembuatan hingga produk jadi misalnya tampilan, animasi dan lainnya. Penilaian menurut pengamat siswa cenderung berdasarkan apa yang dilihat dan didengar, serta hal-hal yang dianggap menarik secara fisik.

Kesimpulan

Data hasil penilaian pengamat guru menunjukan bahwa 71% menyatakan sangat baik, dan 29% menyatakan baik. Dengan nilai tertinggi diperoleh indikator interaktifitas, sedangkan nilai terendah diperoleh indikator audio. Data hasil penilaian pengamat siswa menunjukan bahwa 37% menyatakan sangat baik, 58% menyatakan baik, dan 5% menyatakan cukup baik. Denngan nilai tertinggi diperoleh indikator teks, sedangkan nilai terendah diperoleh indikator audio.

Rata-rata media pmbelajaran secara keseluruhan menurut pengamat guru ssebesar 87, sedangkan menurut pengamat siswa sebesar 84. Berdasarkan nilai yang diberikan oleh pengamat guru, media pembelajaran ini memiliki predikat sangat baik, sedangkan menurut pengamat siswa, media pembelajaran ini memiliki predikat baik. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sistem operasi berbasis GUI memiliki kualitas baik.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Hadi, Sutrisno. 2004. Statistika. Yogyakarta : Penerbit Andi

Hamalik, Oemar. 1989. Media Pendidikan. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti

Kehelay, Willem. 1998. Kamus Lengkap Inggris Indonesia. Surabaya : Fajar Mulya

Muljono, Pudji dan Djaali. 2004. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.

Nasution, S. 2003. Metode Research. Jakarta : Bumi Aksara

Pardosi, Mico. 1998. Sistem Operasi Microsoft Windows 98. Surabaya : Indah

Purwanto, Ngalim. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : Rosdakarya

Sabri, Alisuf. 1995. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya

Sadirman, Arief S. dkk. 2003. Media Pendidikan. Jakarta : PT Rja Grafindo Persada

Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES

Sudjana, Nana. 2006. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Sugiyono. 1994. Metode PenelitianAdministrasi. Bandung : ALFABETA

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya

Tim penyusun kamus pusat pembelajaran dan pengembangan bahasa. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Tim penyusun modul pembelajaran. 2005. Mengidentifikasi dan Mengoperasikan Sistem Operasi. Cisarua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: